Senin, 26 Mei 2014

makalah sosiologi komunikasi




SOSIOLOGI KOMUNIKASI
 “Perkembangan Teknologi Media dan Komunikasi Massa”
Dosen Pembimbing: Efa Rubawati, S.sos.

 
Oleh:
Sitti Mutia Faradillah Tukwain
DAK.122008



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SORONG
2014




BAB I
Pendahuluan
A.  Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan teknologi pada saat ini, informasi sangat di butuhkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Media massa merupakan alat bantu utama dalam proses komunikasi massa, sebab komunikasi massa sendiri secara sederhana berarti kegiatan komunikasi dengan menggunakan media massa. Selain itu, media massa hanya menampilkan informasi yang variatif dengan sajian-sajian informasi yang lebih aktual[1].
Perkembangan media massa saat ini merupakan kebutuhan dalam mendukung berbagai aktifitas masyarakat urban. Dalam era global saat ini teknologi yang berkembang kian memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi secara cepat dan mengikuti perkembangan. Media massa seperti halnya pesan lisan dan isyarat sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari komunikasi manusia.
Perkembangan teknologi menyebabkan munculnya beragam penggunaan bahasa sesuai dengan media yang digunakan. Teknologi informasi menjadi babak baru tata dunia dan perkembangan komunikasi manusia. Revolusi komunikasi ini apabila diurutkan dapat dimulai dari tahap pralisan, lisan, tulisan, cetakan, media massa, cybernetic hingga media elektronik. Perkembangan teknologi komunikasi berlangsung demikian pesatnya sehingga para ahli menyebut gejala ini suatu revolusi. Sekalipun kemajuan tersebut masih dalam tahap perkembangan, sejak sekarang sudah dapat diperkirakan terjadinya perubahan dibidang komunikasi maupun bidang-bidang kehidupan lainnya yang berhubungan sebagai implikasi dari perkembangan teknologi media.
Perubahan yang sering terjadi terutama disebabkan oleh berbagai kemampuan dan potensi teknologi komunikasi tersebut yang memungkinkan manusia untuk saling berhubungan dan memenuhi kebutuhan komunikasi mereka. Maka teknologi media informasi dan teknologi komunikasi adalah dua konsep yang tidak dapat dipisahkan.

B.  Rumusan Masalah
1.     Bagaimana memahami budaya massa dan budaya populer?
2.    Bagaimana perkembangan media dan teknologi komunikasi ?
3.    Bagaimana adopsi inovasi dan sikap masyarakat terhadap media ?

C.  Tujuan
1.     Sebagai tugas individu dalam mata kuliah Sosiologi Komunikasi
2.    Untuk memahami budaya massa dan budaya populer
3.    Untuk mengetahui berbagai perkembangan media komunikasi beserta sikap masyarakat terhadapnya.




BAB II
Pembahasan
A.  Budaya Massa dan Budaya Populer
 Sebuah budaya terbentuk dengan dorongan perkembangan ilmu dan teknologi informasi. Teknologi menjadi perantara komunikasi budaya antara satu kelompok lain. Dalam perkembangan budaya, levelisasi kebudayaan tak lagi terbagi dua kategori budaya, yakni budaya rendah dan budaya tinggi. Namun, kini muncul lagi sebuah budaya baru yang disebut dengan budaya massa dan budaya populer.
Budaya massa merupakan sebuah budaya yang lahir sebagai imbas perkembangan teknologi informasi. Dengan adanya teknologi yang semakin berkembang, ideologi budaya disalurkan melalui media massa dan perangkat pendukung lainnya. Kebudayaan ini didukung oleh keberadaan industrialisasi dan urbanisasi. Industrialisasi memicu konsumerisme yang berlebihan sedangkan urbanisasi menjadi perantara budaya geografis.
Budaya ini diperkirakan lahir pada tahun 1920 atau 1930-an dengan ditandai munculnya sinema dan radio, produksi massal dan konsumsi kebudayaan, bangkitnya fasisme dan kematangan demokrasi liberal di sejumlah negara barat.
Budaya massa memiliki beberapa karakter yaitu sebagai berikut[2]:
1.     Nontradisional, yaitu umumnya komunikasi massa berkaitan erat dengan budaya populer, misalnya acara-acara yang ada di televisi seperti Indonesia idol, penghuni terakhir, dll.
2.    Bersifat merakyat.
3.    Budaya massa juga memproduksi budaya massa seperti infotainment adalah produk pemberitaan yang diperuntukan kepada massa secara meluas, semua orang dapat memanfaatkan sebagai hiburan umum.
4.    Budaya massa sangat berhubungan dengan budaya populer sebagai sumber budaya massa. Contohnya srimulat, ludruk, maupun campursari. Pada mulanya kesenian tradisional ini berkembang di masyarakat tradisional dengan karakter-karakter tradisional, namun ketika kesenian ini dikemas di media massa, maka sentuhan populer mendominasi seluruh kesenian tradisional itu baik kostum, latar, dan sebagainya. Tidak lagi menjadi konsumsi masyarakat pedesaan namun secara massal menjadi konsumsi semua lapisan masyarakat di pedesaan dan perkotaan.
5.    Budaya massa, terutama yang diproduksi oleh media massa diproduksi dengan menggunakan biaya yang cukup besar, karena itu dana yang besar harus menghasilkan keuntungan untuk kontuinitas budaya massa itu sendiri, karena itu budaya massa diproduksi secara komersial agar tidak saja menjadi jaminan keberlangsungan sebuah kegiatan budaya massa namun juga menghasilkan keuntungan bagi capital yang diinvestasikan pada kegiatan tersebut.
6.    Budaya massa juga diproduksi secara eksklusif menggunakan simbol-simbol kelas sehingga terkesan diperuntukan kepada masyarakat modern yang homogen, terbatas dan tertutup. Syarat utama dari eksklusifitas budaya massa ini adalah keterbukaan dan ketersediaan terlibat dalam perubahan budaya secara massal.
Lalu budaya populer, budaya populer merupakan bentuk budaya yang lebih mengedepankan sisi popularitas dan kedangkalan makna atau nilai-nilai. Menurut Ray B. Brownie budaya populer adalah budaya yang ada di dunia ini, disekililing mata yang meliputi sikap kita, perilaku, tindakan, makanan, pakaian, bangunan, jalan perjalanan, hiburan, olahraga, politik, aktivitas serta bentuk dan cara mengontrolnya. Misalnya hp, jaringan sosial dll.
Budaya ini lahir karena adanya hemegoni media massa dalam ruang-ruang budaya publik. Budaya populer berkembang diluar kontrol budaya tinggi. Ide-ide budaya populer lahir dari segala budaya baik budaya rendah ataupun budaya tinggi.
Ciri-ciri budaya populer diantaranya sebagai berikut[3]:
1.     Tren, sebuah budaya yang menjadi tren dan diikuti atau disukai banyak orang berpotensi menjadi budaya populer.
2.    Keseragaman bentuk, sebuah ciptaan manusia yang menjadi tren akhirnya diikuti oleh banyak penjiplak. Karya tersebut dapat menjadi pionir bagi karya-karya lain yang berciri sama, sebagai contoh genre musik pop (diambil dari kata populer) adalah genre musik yang notasi nada tidak terlalu kompleks, lirik lagunya sederhana dan mudah diingat.
3.    Adaptabilitas, sebuah budaya populer mudah dinikmati dan diadopsi oleh khalayak, hal ini mengaruh pada tren.
4.    Durabilitas, sebuah budaya populer akan dilihat berdasarkan durabilitas menghadapi waktu, pionir budaya populer yang dapat mempertahankan dirinya bila pesaing yang kemudian muncul tidak dapat menyaingi keunikan dirinya, akan bertahan seperti merek coca-cola yang sudah ada berpuluh-puluh tahun.
5.    Profitabilitas, dari sisi ekonomi budaya populer berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar bagi industri yang mendukungnya.
                                                          
B.  Perkembangan Teknologi Media
1.  Riwayat Komunikasi dan Sejarah Komunikasi
Riwayat perkembangan komunikasi antar manusia adalah sama dengan sejarah kehidupan manusia itu sendiri. Menurut Nordenstreng dan Varis (1973) dalam (Nasution 1989:15), ada empat titik penentu yang utama dalam sejarah komunikasi manusia, yaitu:
a.    Ditemukannya bahasa sebagai alat interaksi tercanggih manusia.
b.    Berkembangnya seni tulisan dan berkembangnya kemampuan bicara manusia menggunakan bahasa.
c.    Berkembangnya kemampuan reproduksi kata-kata tertulis (written words) dengan menggunakan alat pencetak, sehingga memungkinkan terwujudnya komunikasi massa yang sebenarnya.
d.    Lahirnya komunikasi elektronok mulai dari telegraf, telepon, radio, televise hingga satelit[4].
Dari empat titik ini kemudian manusia berkembang bersama semua aspek kehidupan manusia yang membedakannya dengan makhluk lainnya yaitu:
a.    Manusia mampu berkomunikasi dengan manusia lain dengan menggunakan bahasa dan simbol-simbol visual lainnya.
b.    Manusia mampu menafsirkan bahasa dan simbol-simbol berdasarkan persepsi dirinya maupun berdasarkan persepsi orang lain.
c.    Manusia mampu belajar menyesuaikan dirinya dengan alam sekitarnya serta menciptakan dan menggunakan alat (teknologi) yang diperlukan dalam mengatasi lingkungannya.

2.  Perkembangan Komunikasi dan Teknologi Komunikasi
Rogers mengelompokkan teknologi komunikasi dalam beberapa era, tulis cetak, media telekomunikasi interaktif. Maka Haag dkk, membagi teknologi komunikasi informasi menjadi 6 kelompok:
a.    Teknologi masukan (input technology)
b.    Teknologi keluaran (output technology)
c.    Teknologi perangkat lunak (software technology)
d.    Teknologi penyimpan (storage technology)
e.    Teknologi telekomunikasi (telecommunication technology)
f.    Mesin pemroses (processing machine) atau lebih dikenal dengan CPU
Sementara itu Sayling Wen membagi media komunikasi menjadi tiga bagian yaitu:
a.    Media Komunikasi Antarpribadi, perkembangan awal pada media komunikasi antarpribadi: suara, grafik, teks, musik, animasi, dan video.
b.    Media Penyimpanan, jenis-jenis media penyimpanan: buku/kertas, kamera, alat perekam/kaset, kamera film proyektor, pita perekam video, disk optical, disket/hard disk, dan flash disk.
c.    Media Transmisi melalui: komunikasi, penyiaran, dan jaringan.

3.  Empat Era Perkembangan Komputerisasi
Pada tahun 1951 komputer elektronik pertama berhasil secara komersial dirancang dengan nama UNIVAC oleh Ekert dan Mauchly. Pada tahun 1959, IBM 401 dipasarkan yang menggantikan mesin-mesin mekanis disekitar perdagangan dan industri. Namun pada tahun 1958, komputer transitor kokoh menggantikan tabung-tabung hampa udara sudah dirancang oleh Seymor Cray untuk Control Cata Coorporation, teknologi ini adalah pelapor generasi prosesor komputer yang kuat dengan ukuran yang jauh lebih kecil dan kecepatan yang lebih tinggi. Perkembangan teknologi komputer yang sedemikian cepatnya telah membawa dunia memasuki era baru yang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnya.
Berbagai ahli berpendapat bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi informasi. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data inter change, vitual office, telemedicine, dan sebagainya telah menerobos batas-batas fisik Negara.
a.    Era Komputerisasi
b.    Era Teknologi Informasi
c.    Era Sistem Informasi
d.    Era Informasi Globalisasi

4.  Media Massa Depan dan Platform Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi membutuhkan platform perkembangan yang jelas dimasa depan. Seperti dijelaskan didepan bahwa saat ini perkembangan teknologi telematika berada pada situasi anomi. Dimana tidak ada platform yang jelas arah kita membutuhkan platform media. Menurut Sayling Wen Platform media massa depan adalah:
a.    Jaringan nirkabel ber-banddwith lebar
b.    Komputer notebook multimedia
c.    Komputer jaringan nirkabel multimedia genggam.


C.  Adopsi Inovasi dan Sikap Masyarakat Terhadap Media
Perubahan sosial selalu dipengaruhi oleh hal-hal baru di masyarakat yang menciptakan suatu keadaan yang berbeda dengan keadaan sebelumnya dalam sistem sosial. Maka menurut Hawley bahwa perubahan sosial adalah setiap perubahan yang tak terulang dari sistem sosial sebagai suatu kesatuan. Sesuatu yang baru menyebabkan perubahan dalam masyarakat itu selalu berhubungan dengan difusi inovasi, dimana perubahan dipacu oleh penyebaran suatu pengetahuan yang baru. Dengan demikian, dalam proses difusi inovasi terjadi kegiatan mengomunikasikan pengetahuan baru di masyarakat.
Rogers mengatakan bahwa ada empat unsur hal yang selalu ada dalam difusi(pencampuran) inovasi, yaitu:
a.    Inovasi
b.    Saluran Komunikasi
c.    Waktu
d.    Sistem Sosial
Keempat unsur  ini berlangsung dalam sistem yang simultan, dimana masing-masing sistem itu berhubungan satu dengan lainnya selama proses difusi inovasi itu berlangsung.
Globalisasi informasi dan komunikasi di lain sisi, tidaklah sepenuhnya membawa kebahagiaan bagi semua orang, masyarakat atau bangsa. Pengetahuan dan preferensi yang cenderung seragam terhadap informasi dimasing-masing negara justru dapat menumbuhkan perbedaan atau kesenjangan internasional dalam berbagai bidang. Dalam proses adopsi suatu inovasi kecepatannya akan sangat bervariasi (sangat cepat, lambat, bahkan menolak) proses keputusan inovasi merupakan bagian dari difusi inovasi yaitu proses seseorang mulai dari tahu tentang inovasi sampai dengan mengambil keputusan apakah menerima atau menolak inovasi tersebut.
Saluran komunikasi model tahapan keputusan inovasi yaitu dimulai dari tahap pengenalan terhadap suatu inovasi, kemudian sikap persuasif terbentuk yang tergantung dari sifat inovasi itu terhadap pribadi seseorang, tahap persuasif itu akan membentuk suatu keputusan seseorang untuk mengadopsi atau menolak inovasi itu, tahap keputusan ini memberi kepastian terhadap pelaksanaan inovasi, dan setiap pilihan dalam tahap keputusan dan pelaksanaan inovasi akan memasuki tahap terakhir dalam proses inovasi yaitu tahap konfirmasi.
Pengembangan jaringan sosial: Seseorang yang telah mengadopsi sebuah inovasi akan menyebarkan inovasi tersebut kepada jaringan sosial di sekitarnya, sehingga sebuah inovasi bisa secara luas diadopsi oleh masyarakat. Difusi sebuah inovasi tidak lepas dari proses penyampaian dari satu individu ke individu lain melalui hubungan sosial yang mereka miliki.
Perkembangan teknologi media menjadi hal yang positif untuk masyarakat modern jika mereka memandangnya sebagai kemajuan yang membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Perkembangan itu dibuktikan dengan adanya suatu perubahan antara masyarakat yang mengikuti perkembangan teknologi dengan yang tidak. Oleh sebab itu perkembangan teknologi adalah era yang tidak dapat ditolak karena dapat membantu kita dalam kehidupan sosial. Negatif jika kita tidak mempersiapkan atau menghadapi era perkembangan teknologi ini secara cermat, mana yang menjadi keuntungan dan mana yang akan menjadi kerugian.

BAB III
Penutup

Riwayat perkembangan komunikasi antarmanusia adalah sama dengan sejarah kehidupan manusia itu sendiri, ada empat titik penentu utama dalam sejarah komunikasi manusia, yaitu: ditemukan bahasa sebagai alat tercanggih manusia, berkembangnya seni tulisan dan kemampuan bicara manusia menggunakan bahasa, berkembangnya kemampuan reproduksi kata-kata tulis dengan menggunakan alat pencetak, dan lahirnya komunikasi elektronik, mulai dari telegraf, telepon, radio, hingga televisi.
Perilaku manusia dan teknologi memiliki interaksi didalam lingkungan sosioteknologi, hubungan komunikasi masyarakat, dikenal empat era komunikasii, yaitu era tulis, era media cetak, era media telekomunikasi, era media komunikasi interaktif. Masyarakat percaya bahwa perkembangan teknologi media berkembang dimulai dari media tulis dan cetak, media tulis telah lama dikenal masyarakat dan menjadi pertanda permulaan peradaban sebuah bangsa.
Sementara itu, untuk menjabarkan perkembangan teknologi komunikasi Sayling Wen berusaha membagi media komunikasi menjadi tiga bagian yaitu: media komunikasi antar pribadi, media penyimpanan dan media tranmisi.
Sesuatu yang baru menyebabkan perubahan dalam masyarakat itu selalu berhubungan dengan difusi inovasi, dimana perubahan dipacu oleh penyebaran suatu pengetahuan yang baru. Ada empat unsur hal yang selalu ada dalam difusi inovasi, yaitu inovasi, saluran komunikasi, waktu, dan sistem sosial. Keempat unsur ini berlangsung dalam sistem yang simultan, dimana masing-masing sistem itu berhubungan satu dengan lainnya selama proses difusi inovasi itu berlangsung.


Daftar Pustaka

Kamus Besar Bahasa Indonesia
Nurudin. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.
Burhan Bugin, Sosiologi Komunikasi,  Jakarta: Kencana Prenada Media Group,2006.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar