Senin, 22 September 2014



“Tobat”
(Jalaluddin Rumi)

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.
Begitulah caranya !

Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepada-Nya !

Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik, dan tanpa keyakinan,
karena Tuhan dengan rahmat-Nya
                                       tetap akan menerima mata uang palsumu!

Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi Sembilan puluh Sembilan saja.
Begitulah caranya !
Wahai pejalan !

Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayolah datang, dan datangilah lagi!
Karena Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepada-Ku,
karena Akulah jalan itu.”


Sabtu, 20 September 2014

(La Tahzan :  'Aidh al-Qarni)

Hukum kematian manusia masih terus berlaku,
karena dunia juga bukan tempat yang kekal abadi.
Adakalanya seorang manusia menjadi penyampai berita,
dan esok hari tiba-tiba menjadi bagian dari suatu berita,
ia dicipta sebagai makhluk yang senantiasa galau nan gelisah,
sedang engkau mengharap selalu damai nan tenteram.

Wahai orang yang ingin selalu melawan tabiat,
engkau mengharap percikan api dari genangan air.
Kala engkau berharap yang mustahil terwujud,
engkau telah membangun harapan di bibir jurang yang curam.

Kehidupan adalah tidur panjang, dan kematian adalah kehidupan,
maka manusia di antara keduanya; dalam alam impian dan khayalan
Maka, selesaikan segala tugas dengan segera, niscaya umur-umurmu,
akan terlipat menjadi lembaran-lembaran sejarah yang akan
ditanyakan.

Sigaplah dalam berbuat baik laksana kuda yang masih muda,
kuasailah waktu, karena ia dapat menjadi sumber petaka
Dan zaman tak akan pernah betah menemani Anda, karena ia
akan selau lari meninggalkan Anda sebagai musuh yang menakutkan
dan karena zaman memang dicipta sebagai musuh orang-orang
bertakwa.