SOSIOLOGI KOMUNIKASI
“Perkembangan Teknologi Media dan Komunikasi
Massa”
Dosen Pembimbing: Efa
Rubawati, S.sos.
Oleh:
Sitti Mutia Faradillah Tukwain
DAK.122008
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM NEGERI (STAIN)
SORONG
2014
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Seiring dengan
perkembangan teknologi pada saat ini, informasi sangat di butuhkan dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat. Media massa merupakan alat bantu utama dalam
proses komunikasi massa, sebab komunikasi massa sendiri secara sederhana
berarti kegiatan komunikasi dengan menggunakan media massa. Selain itu, media
massa hanya menampilkan informasi yang variatif dengan sajian-sajian informasi
yang lebih aktual.
Perkembangan
media massa saat ini merupakan kebutuhan dalam mendukung berbagai aktifitas
masyarakat urban. Dalam era global saat ini teknologi yang berkembang kian
memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi secara cepat dan mengikuti
perkembangan. Media massa seperti halnya pesan lisan dan isyarat sudah menjadi
bagian tak terpisahkan dari komunikasi manusia.
Perkembangan teknologi
menyebabkan munculnya beragam penggunaan bahasa sesuai dengan media yang
digunakan. Teknologi informasi menjadi babak baru tata dunia dan perkembangan
komunikasi manusia. Revolusi komunikasi ini apabila diurutkan dapat dimulai
dari tahap pralisan, lisan, tulisan, cetakan, media massa, cybernetic hingga
media elektronik. Perkembangan teknologi komunikasi berlangsung demikian
pesatnya sehingga para ahli menyebut gejala ini suatu revolusi. Sekalipun
kemajuan tersebut masih dalam tahap perkembangan, sejak sekarang sudah dapat
diperkirakan terjadinya perubahan dibidang komunikasi maupun bidang-bidang
kehidupan lainnya yang berhubungan sebagai implikasi dari perkembangan teknologi
media.
Perubahan yang sering
terjadi terutama disebabkan oleh berbagai kemampuan dan potensi teknologi
komunikasi tersebut yang memungkinkan manusia untuk saling berhubungan dan
memenuhi kebutuhan komunikasi mereka. Maka teknologi media informasi dan
teknologi komunikasi adalah dua konsep yang tidak dapat dipisahkan.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana memahami budaya massa dan
budaya populer?
2.
Bagaimana perkembangan media dan
teknologi komunikasi ?
3.
Bagaimana adopsi inovasi dan sikap masyarakat terhadap media ?
C. Tujuan
1.
Sebagai tugas individu dalam mata
kuliah Sosiologi Komunikasi
2.
Untuk memahami budaya massa dan budaya populer
3.
Untuk mengetahui berbagai perkembangan
media komunikasi beserta sikap masyarakat terhadapnya.
BAB II
Pembahasan
A. Budaya Massa dan Budaya
Populer
Sebuah budaya terbentuk dengan
dorongan perkembangan ilmu dan teknologi informasi. Teknologi menjadi perantara
komunikasi budaya antara satu kelompok lain. Dalam perkembangan budaya,
levelisasi kebudayaan tak lagi terbagi dua kategori budaya, yakni budaya rendah
dan budaya tinggi. Namun, kini muncul lagi sebuah budaya baru yang disebut
dengan budaya massa dan budaya populer.
Budaya massa merupakan sebuah budaya yang lahir sebagai imbas
perkembangan teknologi informasi. Dengan adanya teknologi yang semakin
berkembang, ideologi budaya disalurkan melalui media massa dan perangkat
pendukung lainnya. Kebudayaan ini didukung oleh keberadaan industrialisasi dan
urbanisasi. Industrialisasi memicu konsumerisme yang berlebihan sedangkan
urbanisasi menjadi perantara budaya geografis.
Budaya ini diperkirakan lahir pada tahun 1920 atau 1930-an dengan
ditandai munculnya sinema dan radio, produksi massal dan konsumsi kebudayaan,
bangkitnya fasisme dan kematangan demokrasi liberal di sejumlah negara barat.
Budaya massa
memiliki beberapa karakter yaitu sebagai berikut:
1.
Nontradisional, yaitu umumnya komunikasi massa berkaitan erat dengan
budaya populer, misalnya acara-acara yang ada di televisi seperti Indonesia
idol, penghuni terakhir, dll.
2.
Bersifat merakyat.
3.
Budaya massa juga memproduksi budaya massa seperti infotainment adalah
produk pemberitaan yang diperuntukan kepada massa secara meluas, semua orang
dapat memanfaatkan sebagai hiburan umum.
4.
Budaya massa sangat berhubungan dengan budaya populer sebagai sumber
budaya massa. Contohnya srimulat, ludruk, maupun campursari. Pada mulanya
kesenian tradisional ini berkembang di masyarakat tradisional dengan
karakter-karakter tradisional, namun ketika kesenian ini dikemas di media
massa, maka sentuhan populer mendominasi seluruh kesenian tradisional itu baik
kostum, latar, dan sebagainya. Tidak lagi menjadi konsumsi masyarakat pedesaan
namun secara massal menjadi konsumsi semua lapisan masyarakat di pedesaan dan
perkotaan.
5.
Budaya massa, terutama yang diproduksi oleh media massa diproduksi dengan
menggunakan biaya yang cukup besar, karena itu dana yang besar harus
menghasilkan keuntungan untuk kontuinitas budaya massa itu sendiri, karena itu
budaya massa diproduksi secara komersial agar tidak saja menjadi jaminan
keberlangsungan sebuah kegiatan budaya massa namun juga menghasilkan keuntungan
bagi capital yang diinvestasikan pada kegiatan tersebut.
6.
Budaya massa juga diproduksi secara eksklusif menggunakan simbol-simbol
kelas sehingga terkesan diperuntukan kepada masyarakat modern yang homogen,
terbatas dan tertutup. Syarat utama dari eksklusifitas budaya massa ini adalah
keterbukaan dan ketersediaan terlibat dalam perubahan budaya secara massal.
Lalu budaya populer, budaya populer merupakan bentuk budaya yang lebih
mengedepankan sisi popularitas dan kedangkalan makna atau nilai-nilai. Menurut
Ray B. Brownie budaya populer adalah budaya yang ada di dunia ini, disekililing
mata yang meliputi sikap kita, perilaku, tindakan, makanan, pakaian, bangunan,
jalan perjalanan, hiburan, olahraga, politik, aktivitas serta bentuk dan cara
mengontrolnya. Misalnya hp, jaringan sosial dll.
Budaya ini lahir karena adanya hemegoni media massa dalam ruang-ruang
budaya publik. Budaya populer berkembang diluar kontrol budaya tinggi. Ide-ide
budaya populer lahir dari segala budaya baik budaya rendah ataupun budaya
tinggi.
Ciri-ciri budaya
populer diantaranya sebagai berikut:
1.
Tren, sebuah budaya yang menjadi tren dan diikuti atau disukai banyak
orang berpotensi menjadi budaya populer.
2.
Keseragaman bentuk, sebuah ciptaan manusia yang menjadi tren akhirnya
diikuti oleh banyak penjiplak. Karya tersebut dapat menjadi pionir bagi
karya-karya lain yang berciri sama, sebagai contoh genre musik pop (diambil
dari kata populer) adalah genre musik yang notasi nada tidak terlalu kompleks,
lirik lagunya sederhana dan mudah diingat.
3.
Adaptabilitas, sebuah budaya populer mudah dinikmati dan diadopsi oleh
khalayak, hal ini mengaruh pada tren.
4.
Durabilitas, sebuah budaya populer akan dilihat berdasarkan durabilitas
menghadapi waktu, pionir budaya populer yang dapat mempertahankan dirinya bila
pesaing yang kemudian muncul tidak dapat menyaingi keunikan dirinya, akan
bertahan seperti merek coca-cola yang sudah ada berpuluh-puluh tahun.
5.
Profitabilitas, dari sisi ekonomi budaya populer berpotensi menghasilkan
keuntungan yang besar bagi industri yang mendukungnya.
B. Perkembangan Teknologi
Media
1. Riwayat Komunikasi dan
Sejarah Komunikasi
Riwayat perkembangan
komunikasi antar manusia adalah sama dengan sejarah kehidupan manusia itu
sendiri. Menurut Nordenstreng dan Varis (1973) dalam (Nasution 1989:15), ada
empat titik penentu yang utama dalam sejarah komunikasi manusia, yaitu:
a. Ditemukannya bahasa sebagai
alat interaksi tercanggih manusia.
b. Berkembangnya seni tulisan
dan berkembangnya kemampuan bicara manusia menggunakan bahasa.
c. Berkembangnya kemampuan
reproduksi kata-kata tertulis (written words) dengan menggunakan alat
pencetak, sehingga memungkinkan terwujudnya komunikasi massa yang sebenarnya.
d. Lahirnya komunikasi
elektronok mulai dari telegraf, telepon, radio, televise hingga satelit.
Dari empat titik ini kemudian
manusia berkembang bersama semua aspek kehidupan manusia yang membedakannya
dengan makhluk lainnya yaitu:
a. Manusia mampu berkomunikasi
dengan manusia lain dengan menggunakan bahasa dan simbol-simbol visual lainnya.
b. Manusia mampu menafsirkan
bahasa dan simbol-simbol berdasarkan persepsi dirinya maupun berdasarkan
persepsi orang lain.
c. Manusia mampu belajar
menyesuaikan dirinya dengan alam sekitarnya serta menciptakan dan menggunakan
alat (teknologi) yang diperlukan dalam mengatasi lingkungannya.
2. Perkembangan Komunikasi
dan Teknologi Komunikasi
Rogers mengelompokkan
teknologi komunikasi dalam beberapa era, tulis cetak, media telekomunikasi
interaktif. Maka Haag dkk, membagi teknologi komunikasi informasi menjadi 6
kelompok:
a. Teknologi masukan (input technology)
b. Teknologi keluaran (output
technology)
c. Teknologi perangkat lunak (software
technology)
d. Teknologi penyimpan (storage
technology)
e. Teknologi telekomunikasi (telecommunication
technology)
f. Mesin pemroses (processing
machine) atau lebih dikenal dengan CPU
Sementara itu Sayling Wen
membagi media komunikasi menjadi tiga bagian yaitu:
a.
Media Komunikasi
Antarpribadi, perkembangan awal pada media komunikasi antarpribadi: suara,
grafik, teks, musik, animasi, dan video.
b.
Media Penyimpanan,
jenis-jenis media penyimpanan: buku/kertas, kamera, alat perekam/kaset, kamera
film proyektor, pita perekam video, disk optical, disket/hard disk, dan flash
disk.
c.
Media Transmisi melalui:
komunikasi, penyiaran, dan jaringan.
3.
Empat Era Perkembangan
Komputerisasi
Pada tahun 1951 komputer
elektronik pertama berhasil secara komersial dirancang dengan nama UNIVAC oleh
Ekert dan Mauchly. Pada tahun 1959, IBM 401 dipasarkan yang menggantikan
mesin-mesin mekanis disekitar perdagangan dan industri. Namun pada tahun 1958,
komputer transitor kokoh menggantikan tabung-tabung hampa udara sudah dirancang
oleh Seymor Cray untuk Control Cata Coorporation, teknologi ini adalah pelapor
generasi prosesor komputer yang kuat dengan ukuran yang jauh lebih kecil dan
kecepatan yang lebih tinggi. Perkembangan teknologi komputer yang sedemikian
cepatnya telah membawa dunia memasuki era baru yang lebih cepat dari yang
pernah dibayangkan sebelumnya.
Berbagai ahli berpendapat
bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih
cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi
informasi. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data inter
change, vitual office, telemedicine, dan sebagainya telah menerobos
batas-batas fisik Negara.
a.
Era Komputerisasi
b.
Era Teknologi Informasi
c.
Era Sistem Informasi
d.
Era Informasi Globalisasi
4. Media Massa Depan dan
Platform Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi
membutuhkan platform perkembangan yang jelas dimasa depan. Seperti
dijelaskan didepan bahwa saat ini perkembangan teknologi telematika berada pada
situasi anomi. Dimana tidak ada platform yang jelas arah kita
membutuhkan platform media. Menurut Sayling Wen Platform media massa
depan adalah:
a. Jaringan nirkabel ber-banddwith
lebar
b. Komputer notebook
multimedia
c. Komputer jaringan
nirkabel multimedia genggam.
C. Adopsi Inovasi dan
Sikap Masyarakat Terhadap Media
Perubahan sosial selalu
dipengaruhi oleh hal-hal baru di masyarakat yang menciptakan suatu keadaan yang
berbeda dengan keadaan sebelumnya dalam sistem sosial. Maka menurut Hawley
bahwa perubahan sosial adalah setiap perubahan yang tak terulang dari sistem sosial
sebagai suatu kesatuan. Sesuatu yang baru menyebabkan perubahan dalam
masyarakat itu selalu berhubungan dengan difusi inovasi, dimana perubahan
dipacu oleh penyebaran suatu pengetahuan yang baru. Dengan demikian, dalam
proses difusi inovasi terjadi kegiatan mengomunikasikan pengetahuan baru di
masyarakat.
Rogers mengatakan bahwa
ada empat unsur hal yang selalu ada dalam difusi(pencampuran) inovasi, yaitu:
a. Inovasi
b. Saluran Komunikasi
c. Waktu
d. Sistem Sosial
Keempat unsur ini berlangsung dalam sistem yang simultan,
dimana masing-masing sistem itu berhubungan satu dengan lainnya selama proses
difusi inovasi itu berlangsung.
Globalisasi informasi
dan komunikasi di lain sisi, tidaklah sepenuhnya membawa kebahagiaan bagi semua
orang, masyarakat atau bangsa. Pengetahuan dan preferensi yang cenderung
seragam terhadap informasi dimasing-masing negara justru dapat menumbuhkan
perbedaan atau kesenjangan internasional dalam berbagai bidang. Dalam proses
adopsi suatu inovasi kecepatannya akan sangat bervariasi (sangat cepat, lambat,
bahkan menolak) proses keputusan inovasi merupakan bagian dari difusi inovasi
yaitu proses seseorang mulai dari tahu tentang inovasi sampai dengan mengambil
keputusan apakah menerima atau menolak inovasi tersebut.
Saluran komunikasi model tahapan keputusan
inovasi yaitu dimulai dari tahap pengenalan terhadap suatu inovasi, kemudian
sikap persuasif terbentuk yang tergantung dari sifat inovasi itu terhadap
pribadi seseorang, tahap persuasif itu akan membentuk suatu keputusan seseorang
untuk mengadopsi atau menolak inovasi itu, tahap keputusan ini memberi
kepastian terhadap pelaksanaan inovasi, dan setiap pilihan dalam tahap
keputusan dan pelaksanaan inovasi akan memasuki tahap terakhir dalam proses
inovasi yaitu tahap konfirmasi.
Pengembangan jaringan sosial: Seseorang
yang telah mengadopsi sebuah inovasi akan menyebarkan inovasi tersebut kepada
jaringan sosial di sekitarnya, sehingga sebuah inovasi bisa secara luas
diadopsi oleh masyarakat. Difusi sebuah inovasi tidak lepas dari proses penyampaian
dari satu individu ke individu lain melalui hubungan sosial yang mereka miliki.
Perkembangan teknologi media menjadi hal
yang positif untuk masyarakat modern jika mereka memandangnya sebagai kemajuan
yang membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Perkembangan itu dibuktikan
dengan adanya suatu perubahan antara masyarakat yang mengikuti perkembangan
teknologi dengan yang tidak. Oleh sebab itu perkembangan teknologi adalah era
yang tidak dapat ditolak karena dapat membantu kita dalam kehidupan sosial.
Negatif jika kita tidak mempersiapkan atau menghadapi era perkembangan
teknologi ini secara cermat, mana yang menjadi keuntungan dan mana yang akan
menjadi kerugian.
BAB III
Penutup
Riwayat perkembangan
komunikasi antarmanusia adalah sama dengan sejarah kehidupan manusia itu
sendiri, ada empat titik penentu utama dalam sejarah komunikasi manusia, yaitu:
ditemukan bahasa sebagai alat tercanggih manusia, berkembangnya seni tulisan
dan kemampuan bicara manusia menggunakan bahasa, berkembangnya kemampuan
reproduksi kata-kata tulis dengan menggunakan alat pencetak, dan lahirnya
komunikasi elektronik, mulai dari telegraf, telepon, radio, hingga televisi.
Perilaku manusia dan
teknologi memiliki interaksi didalam lingkungan sosioteknologi, hubungan
komunikasi masyarakat, dikenal empat era komunikasii, yaitu era tulis, era
media cetak, era media telekomunikasi, era media komunikasi interaktif.
Masyarakat percaya bahwa perkembangan teknologi media berkembang dimulai dari
media tulis dan cetak, media tulis telah lama dikenal masyarakat dan menjadi
pertanda permulaan peradaban sebuah bangsa.
Sementara itu, untuk
menjabarkan perkembangan teknologi komunikasi Sayling Wen berusaha membagi
media komunikasi menjadi tiga bagian yaitu: media komunikasi antar pribadi, media
penyimpanan dan media tranmisi.
Sesuatu yang baru
menyebabkan perubahan dalam masyarakat itu selalu berhubungan dengan difusi
inovasi, dimana perubahan dipacu oleh penyebaran suatu pengetahuan yang baru. Ada
empat unsur hal yang selalu ada dalam difusi inovasi, yaitu inovasi, saluran
komunikasi, waktu, dan sistem sosial. Keempat unsur ini berlangsung dalam
sistem yang simultan, dimana masing-masing sistem itu berhubungan satu dengan
lainnya selama proses difusi inovasi itu berlangsung.
Daftar Pustaka
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Nurudin. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.